7 Tips Sukses Meniti Karir
http://rumahkerja.com
Meniti karir adalah pekerjaan yang membutuhkan komitmen tinggi dalam suatu pekerjaan yang diduduki seseorang sepanjang hidupnya. Orang-orang mengejar karir untuk memenuhi kebutuhan individual maupun kelompok.
Perencanaan karir, ada dua sudut pandang yang berbeda. Dapat bersifat terpusat pada individu atau golongan. Perencanaan karir yg terpusat pada golongan, memfokuskan pada pekerjaan dan pada pembangunan jalur karir yang menyediakan tempat bagi kemajuan dari orang, diantaranya berbagai pekerjaan yang ada di dalam golongan tersebut.
Tak seorang pun karyawan yang tak ingin sukses. Semua pasti ingin memiliki jenjang karir yang menjanjikan masa depan cerah. Untuk meraihnya, tentu saja dibutuhkan usaha dan pengorbanan yang cukup besar.
Beberapa tips berikut, mungkin dapat membantu Anda mencapai jenjang karir yang diinginkan:
1. Berdedikasi tinggi. Untuk mewujudkan cita-cita akan karir yang terus berkembang, diperlukan daya juang dan dedikasi pada perusahaan yang tinggi. Usahakan jangan berdedikasi jika hanya ingin mendapatkan promosi jabatan semata. Lakukan semua pekerjaan dengan disiplin yang tinggi. Bila perlu disertai dengan prestasi yang menonjol di bidang yang Anda geluti.
2. Berinisiatif. Jangan ragu untuk melontarkan ide dan inisiatif. Tunjukkan pula hasil karya penyelesaian tugas, kerja sama dan komunikasi yang memuaskan semua pihak.
3. Menambah ilmu dan pengalaman. Tingkatkan kepercayaan diri dengan memperbanyak ilmu dan keterampilan yang relevan dan signifikan agar dapat memberikan hasil karya yang memuaskan.
4. Tidak gagap teknologi. Di zaman yang serba canggih ini, ada baiknya jika Anda menguasai teknologi internet, penggunaan software tertentu dalam proses bisnis diperusahaan, dan teknologi yang relevan dengan kompetensi khusus.
5. Jalin kerja sama dengan unit-unit terkait. Pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari pasti terkait dengan unit bisnis lainnya. Oleh karena itu ada baiknya jika Anda menunjukan sikap bersahabat, serta menghargai bantuan atau karya orang lain. Lakukan juga hubunga komunikasi yang baik dengan sesama bawahan maupun atasan. Jangan lupa untuk mengucapkan kata terima kasih atas bantuan dan kerja sama mereka.
6. Selalu menjaga sikap. Sebuah perusahaan yang berkualitas tentunya menuntut karyawannya untuk selalu menjaga penampilan diri, serta kesopanan dalam tutur kata. Ada baiknya jika Anda selalu menyesuaikan cara berpakaian dengan budaya perusahaan yang berlaku. Terlebih sikap ramah, tersenyum, dan sopan yang selalu ditunjukkan dalam perilaku kerja.
7. Berdoalah pada Tuhan Yang Maha Esa. Apapun usaha yang kita lakukan perlu mendapatkan restu Tuhan YME. Jadi, janganlah bosan-bosan memohon pertolongan Tuhan untuk mengabulkan segala apa yang kita inginkan. Janganlah percaya pada tahyul, dukun maupun faktor keberuntungan!!!
Salam Sukses!
Kamis, Februari 24, 2011
Tips menjadi Entrepreneur SUKSES
Tips menjadi Entrepreneur SUKSES
http://rumahkerja.com
Bagaimanapun, untuk menjadi seorang entrepreneur, tak cukup memiliki pengetahuan tentang bisnis. Karakter atau jiwa entrepreneur juga sangat dibutuhkan. Karena itu penting sekali mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri kita sendiri untuk mengetahui seberapa besar karakter entrepreneur kita.
Berapa besar komitmen kita? Seorang entrepreneur sukses memiliki komitmen yang besar terhadap bisnisnya. Mudah dipahami memang, tapi sulit dalam prakteknya. Jika kita masih berangan-angan memiliki bisnis sendiri dan belum memulainya, barangkali kita mesti memperkuat komitmen kita dan siap dengan segala resikonya. Bagaimanapun, tak satupun bisnis di dunia ini yang aman dari resiko. Walau begitu, resiko juga bisa dimanajemen bukan?!
Berikut hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjadi Entrepreneur SUKSES :
1. Bangunlah usaha Anda berdasarkan apa yang paling Anda sukai dan cintai. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah merasa bosan dan tidak mudah menyerah karena pekerjaan ini sangat menyenangkan bagi Anda.
2. Mulailah usaha Anda dengan hal yang sederhana dan mendasar, hal-hal yang dibutuhkan orang-orang. Baru kemudian mencari cara yang kreatif untuk mengembangkannya. Jangan memulai usaha Anda dengan ide yang terlalu muluk sehingga orang-orang tidak bisa menerimanya.
3. Tekan biaya promosi dengan cara yang kreatif dan menyentuh hati calon pelanggan. Dengan demikian keunikan usaha Anda bisa memancing perhatian mereka
4. Pertahankan kualitas produk atau jasa Anda meski saat usaha Anda sudah semakin besar. Jadikan kualitas sebagai prioritas utama, yang meminta perhatian Anda setiap hari.
5. Ciptakan tim yang solid yang mampu menerima dan menterjemahkan ide Anda dengan baik. Tim yang baik bagikan asupan oksigen bagi usaha Anda.
6. Saat menemukan masalah, jangan langsung menyerah, tetapi berusahalah mencari jalan keluar yang terbaik. Lakukan evaluasi, cari sisi positif, jernihkan pikiran dan tetap fokus. Beranikan diri untuk mrngambil risiko bukan mengambil kesempatan.
Semoga setelah membaca tips ini, Anda tertarik untuk menjadi entrepreneur sukses...
Salam Sukses!
http://rumahkerja.com
Bagaimanapun, untuk menjadi seorang entrepreneur, tak cukup memiliki pengetahuan tentang bisnis. Karakter atau jiwa entrepreneur juga sangat dibutuhkan. Karena itu penting sekali mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut pada diri kita sendiri untuk mengetahui seberapa besar karakter entrepreneur kita.
Berapa besar komitmen kita? Seorang entrepreneur sukses memiliki komitmen yang besar terhadap bisnisnya. Mudah dipahami memang, tapi sulit dalam prakteknya. Jika kita masih berangan-angan memiliki bisnis sendiri dan belum memulainya, barangkali kita mesti memperkuat komitmen kita dan siap dengan segala resikonya. Bagaimanapun, tak satupun bisnis di dunia ini yang aman dari resiko. Walau begitu, resiko juga bisa dimanajemen bukan?!
Berikut hal-hal yang harus diperhatikan untuk menjadi Entrepreneur SUKSES :
1. Bangunlah usaha Anda berdasarkan apa yang paling Anda sukai dan cintai. Hal ini akan membuat Anda tidak mudah merasa bosan dan tidak mudah menyerah karena pekerjaan ini sangat menyenangkan bagi Anda.
2. Mulailah usaha Anda dengan hal yang sederhana dan mendasar, hal-hal yang dibutuhkan orang-orang. Baru kemudian mencari cara yang kreatif untuk mengembangkannya. Jangan memulai usaha Anda dengan ide yang terlalu muluk sehingga orang-orang tidak bisa menerimanya.
3. Tekan biaya promosi dengan cara yang kreatif dan menyentuh hati calon pelanggan. Dengan demikian keunikan usaha Anda bisa memancing perhatian mereka
4. Pertahankan kualitas produk atau jasa Anda meski saat usaha Anda sudah semakin besar. Jadikan kualitas sebagai prioritas utama, yang meminta perhatian Anda setiap hari.
5. Ciptakan tim yang solid yang mampu menerima dan menterjemahkan ide Anda dengan baik. Tim yang baik bagikan asupan oksigen bagi usaha Anda.
6. Saat menemukan masalah, jangan langsung menyerah, tetapi berusahalah mencari jalan keluar yang terbaik. Lakukan evaluasi, cari sisi positif, jernihkan pikiran dan tetap fokus. Beranikan diri untuk mrngambil risiko bukan mengambil kesempatan.
Semoga setelah membaca tips ini, Anda tertarik untuk menjadi entrepreneur sukses...
Salam Sukses!
5 Tips Atasi PHK
5 Tips Atasi PHK
http://rumahkerja.com
Kehilangan pekerjaan memang merupakan hal berat dan sudah pasti bukan yang kita inginkan. Tetapi dengan keadaan perekonomian negera seperti saat ini hal-hal buruk semacam itu bisa terjadi pada siapa saja. PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha.
Layoff atau PHK sebagai akibat dari downsizing tidak hanya memberikan dampak negative kepada karyawan yang terkena PHK, melainkan juga mereka yang bertahan di perusahaan. Mengapa? Karena downsizing bukanlah menyelesaikan masalah, justru kini tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah berada pada mereka yang bertahan di perusahaan.
Berikut lima tips untuk menghadapi saat-saat sulit karena di PHK:
1. Kehilangan pekerjaan memang merupakan sebuah pukulan. Anda boleh mengasihani diri sendiri, meratapinya untuk sesaat. Tapi jangan biarkan hal itu berlangsung terus-menerus. Keluarkan rasa sakit Anda dan setelah itu segera membuat langkah baru.
2. Saat kabar PHK itu Anda terima, tanyakan pada diri sendiri, apakah ini pekerjaan yang benar-benar Anda inginkan sepanjang hidup? Kebanyakan orang yang di PHK pada akhirnya menyadarai kalau sebenarnya mereka tak benar-benar menginginkan pekerjaan yang mereka jalani.
3. Bayangkan jenis pekerjaan apa yang benar-benar ingin Anda lakukan. Mulai petakan bayangan Anda itu guna memulai langkah baru.
4. Buat rencana baru dengan mengacu pada lima atau tujuh tahun yag akan datang. Karir apa yang ingin Anda jalani? Pastikan Anda memulai langkah baru sesuai karir idaman Anda.
5. Selalu tumbuhkan rasa percaya diri, kembangkan pandangan positif dan bersiap memulai hal baru.
Salam Sukses!
http://rumahkerja.com
Kehilangan pekerjaan memang merupakan hal berat dan sudah pasti bukan yang kita inginkan. Tetapi dengan keadaan perekonomian negera seperti saat ini hal-hal buruk semacam itu bisa terjadi pada siapa saja. PHK adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha.
Layoff atau PHK sebagai akibat dari downsizing tidak hanya memberikan dampak negative kepada karyawan yang terkena PHK, melainkan juga mereka yang bertahan di perusahaan. Mengapa? Karena downsizing bukanlah menyelesaikan masalah, justru kini tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah berada pada mereka yang bertahan di perusahaan.
Berikut lima tips untuk menghadapi saat-saat sulit karena di PHK:
1. Kehilangan pekerjaan memang merupakan sebuah pukulan. Anda boleh mengasihani diri sendiri, meratapinya untuk sesaat. Tapi jangan biarkan hal itu berlangsung terus-menerus. Keluarkan rasa sakit Anda dan setelah itu segera membuat langkah baru.
2. Saat kabar PHK itu Anda terima, tanyakan pada diri sendiri, apakah ini pekerjaan yang benar-benar Anda inginkan sepanjang hidup? Kebanyakan orang yang di PHK pada akhirnya menyadarai kalau sebenarnya mereka tak benar-benar menginginkan pekerjaan yang mereka jalani.
3. Bayangkan jenis pekerjaan apa yang benar-benar ingin Anda lakukan. Mulai petakan bayangan Anda itu guna memulai langkah baru.
4. Buat rencana baru dengan mengacu pada lima atau tujuh tahun yag akan datang. Karir apa yang ingin Anda jalani? Pastikan Anda memulai langkah baru sesuai karir idaman Anda.
5. Selalu tumbuhkan rasa percaya diri, kembangkan pandangan positif dan bersiap memulai hal baru.
Salam Sukses!
Tips Membangun Usaha Sendiri
Tips Membangun Usaha Sendiri
http://rumahkerja.com
Peluang usaha seringkali dilihat sebagai peluang yang sesaat. Tak heran jika wirausahawan model begini tak langgeng dalam menjalankan bisnisnya. Padahal peluang tersebut jika dipelihara dengan manajemen standar, pasti sukses. Apa yang harus dilakukan pebisnis pemula jika melihat peluang tersebut dan bagaimana mengelola kesempatan tersebut agar bisa membawa kesejahteraan yang langgeng? Berikut ini ada baiknya mencermati tips tentang memulai usaha sendiri.
Membangun kerajaan bisnis sendiri mungkin jadi dambaan bagi banyak orang. Namun memulai sebuah usaha tidaklah semudah membalikan tangan. Ada hal-hal yang harus dipersiapkan, direncanakan dan dilaksanakan dengan ketekunan.
Simak beberapa tips tentang bagaimana mempersiapkan membuka usaha sendiri berikut ini :
Melakukan Penelitian Pasar
Penelitian merupakan hal integral dalam membangun bisnis. Lakukan penelitian di pasar dan tentukan siapa konsumen Anda. Tentukan mana yang akan jadi sasaran utama Anda atau konsumen Anda jadi lebih kecil. Pahami perbedaan antara pasar dan dimana Anda dapat meraih pelanggan.
Pilih Patner Yang Tepat
Jika Anda akan mencari rekan kerja, pastikan Anda sudah memilih yang tepat. Anda ingin seorang rekan kerja yang memiliki latar belakang bisnis atau pengarah bisnis. Beberapa pengalaman manajemen juga lebih disukai. Jika Anda ingin rekan kerja yang memenuhi latar belakang financial, mereka perlu memiliki kredit yang bagus atau kemampuan untuk menawarkan dukungan financial.
Jaminan Keuangan
Keuangan dapat jadi tantangan terbesar, tapi ada beberapa jenis pilihan yang tersedia untuk mendapatkan modal usaha. Ada dapat memilih ikut program pemerintah dalam membangun usaha kecil. Anda bisa mulai mengajukan pinjaman pada bank yang menangani usaha kecil dan mendapatkan pinjaman berjumlah kecil. Atau Anda bisa mengambil pinjaman pribadi di bank. Pilihan lain adalah mencari rekanan yang mau berinvestasi untuk memulai usaha bersama.
Ciptakan Image Atau Posisi Penjualan Yang Unik
Mulai dengan membangun keberadaan Anda, branding image Anda di public dan para pelanggan Ikatan ini masuk dalam posisi penjualan. Kembangkan tagline Anda dan temukan angel yang tepat yang mengena pada produk atau pelayanan tertuju pada pelanggan. Ciptakan sebuah image yang membuat Anda terpercaya di mata pelanggan Anda.
Berhenti Berpikir Mendapat Laba Secepat Kilat
Sangat, sangat jarang ada bisnis yang sukses dalam semalam. Kebanyakan bisnis membutuhkan waktu dan usaha, bahkan untuk mulai melihat hasilnya. Saat Anda memahami ini dan Anda tak seharusnya menaruh pengharapan secara berlebihan atau yang tak realistis. Persiapkan usaha, pengorbanan dan bahkan kemungkinan mengalami kerugian. Anda tak akan jadi kaya raya hanya dalam semalam, tapi Anda dapat membangun sebuah usaha yang menguntungkan secara bertahap.
Sahabat Rumahkerja.com yang baik, Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko kegagalan dan bila itu yang terjadi, bersiaplah dan hadapilah! Jika Anda sudah siap memulai usaha, lakukanlah sekarang juga. Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita.
Salam Sukses!
http://rumahkerja.com
Peluang usaha seringkali dilihat sebagai peluang yang sesaat. Tak heran jika wirausahawan model begini tak langgeng dalam menjalankan bisnisnya. Padahal peluang tersebut jika dipelihara dengan manajemen standar, pasti sukses. Apa yang harus dilakukan pebisnis pemula jika melihat peluang tersebut dan bagaimana mengelola kesempatan tersebut agar bisa membawa kesejahteraan yang langgeng? Berikut ini ada baiknya mencermati tips tentang memulai usaha sendiri.
Membangun kerajaan bisnis sendiri mungkin jadi dambaan bagi banyak orang. Namun memulai sebuah usaha tidaklah semudah membalikan tangan. Ada hal-hal yang harus dipersiapkan, direncanakan dan dilaksanakan dengan ketekunan.
Simak beberapa tips tentang bagaimana mempersiapkan membuka usaha sendiri berikut ini :
Melakukan Penelitian Pasar
Penelitian merupakan hal integral dalam membangun bisnis. Lakukan penelitian di pasar dan tentukan siapa konsumen Anda. Tentukan mana yang akan jadi sasaran utama Anda atau konsumen Anda jadi lebih kecil. Pahami perbedaan antara pasar dan dimana Anda dapat meraih pelanggan.
Pilih Patner Yang Tepat
Jika Anda akan mencari rekan kerja, pastikan Anda sudah memilih yang tepat. Anda ingin seorang rekan kerja yang memiliki latar belakang bisnis atau pengarah bisnis. Beberapa pengalaman manajemen juga lebih disukai. Jika Anda ingin rekan kerja yang memenuhi latar belakang financial, mereka perlu memiliki kredit yang bagus atau kemampuan untuk menawarkan dukungan financial.
Jaminan Keuangan
Keuangan dapat jadi tantangan terbesar, tapi ada beberapa jenis pilihan yang tersedia untuk mendapatkan modal usaha. Ada dapat memilih ikut program pemerintah dalam membangun usaha kecil. Anda bisa mulai mengajukan pinjaman pada bank yang menangani usaha kecil dan mendapatkan pinjaman berjumlah kecil. Atau Anda bisa mengambil pinjaman pribadi di bank. Pilihan lain adalah mencari rekanan yang mau berinvestasi untuk memulai usaha bersama.
Ciptakan Image Atau Posisi Penjualan Yang Unik
Mulai dengan membangun keberadaan Anda, branding image Anda di public dan para pelanggan Ikatan ini masuk dalam posisi penjualan. Kembangkan tagline Anda dan temukan angel yang tepat yang mengena pada produk atau pelayanan tertuju pada pelanggan. Ciptakan sebuah image yang membuat Anda terpercaya di mata pelanggan Anda.
Berhenti Berpikir Mendapat Laba Secepat Kilat
Sangat, sangat jarang ada bisnis yang sukses dalam semalam. Kebanyakan bisnis membutuhkan waktu dan usaha, bahkan untuk mulai melihat hasilnya. Saat Anda memahami ini dan Anda tak seharusnya menaruh pengharapan secara berlebihan atau yang tak realistis. Persiapkan usaha, pengorbanan dan bahkan kemungkinan mengalami kerugian. Anda tak akan jadi kaya raya hanya dalam semalam, tapi Anda dapat membangun sebuah usaha yang menguntungkan secara bertahap.
Sahabat Rumahkerja.com yang baik, Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko kegagalan dan bila itu yang terjadi, bersiaplah dan hadapilah! Jika Anda sudah siap memulai usaha, lakukanlah sekarang juga. Putuskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita.
Salam Sukses!
10 hal penghambat karir
10 Hal Penghambat KARIR
http://rumahkerja.com
Mungkin ada diantara Anda yang saat ini memendam sebuah kekecewaan terkait mentoknya karir Anda di perusahaan yang Anda geluti. Nah, sebelum Anda menyalahkan orang lain atau perusahaan, ada baiknya melakukan introspeksi diri. Mungkin ada beberapa penyebab internal dari dalam diri Anda yang membuat Anda tidak pernah pernah berhasil mendapat simpati perusahaan atau boss Anda.
Apa saja penghambat naiknya karir Anda di tempat kerja? Umumnya adalah kesalahan kecil dan menengah. Barang siapa berbuat kurang benar, dia akan sulit naik pangkat. Barang siapa memahami aturan di tempat kerja, dia akan cepat naik ke posisi lebih tinggi. Siapa sih yang tidak ingin gajinya bertambah? Ditunjang kendaraan dinas dan penghasilan yang lebih besar. Namun dalam keseharian di tempat kerja terlihat betapa sulitnya untuk meningkatkan karir. Sudah berupaya setengah hidup dan membawa pekerjaan ke rumah, tetap saja tidak naik pangkat. Yakinkah Anda, bahwa dengan kerja lembur dan bekerja maksimal akan menunjang karir Anda? Ternyata tidak demikian halnya. Jika Anda memahami aturan-aturan rahasia di bawah ini, karir Anda dipastikan akan melesat pesat.
1. Solo Player. Tidak ada yang menyangkal bahwa Anda memiliki otak yang cerdas. Tapi Anda adalah solo player, bukan seorang team work. Tidak ada yang betah dan sanggup bekerjasama dengan Anda. Di antara rekan-rekan, Anda dirasa selalu ingin menang dan menonjol sendiri. Padahal penilaian kerja sekarang tak hanya berdasarkan prestasi individual, tapi juga keberhasilan tim. Jadi, jangan salahkan atasan jka ia berpikir dua kali menaikkan posisi Anda. Solusi : Ubahlan mindset Anda. Anda membutuhkan orang lain untuk kesuksesan Anda. ketika mendapat kesempatan mengerjakan satu proyek, tunjukan bahwa Anda bisa bekerjasama dengan rekan-rekan yang lain. Tekanlah ego Anda dan selalu diskusikan apa yang hendak dilakukan bersama rekan kerja. Jangan terkeasn menguasai dan mencampuri tanggung jawab orang lain.
2. Konflik Dengan Atasan. Anda merasa sudah bekerja dengan baik, tapi jika Anda konflik dengan bos, sepertinya Anda akan jauh dari promosi. Biar bagaimanapun dialah yang berwenang terhadap kenaikan posisi Anda. Jika konfliknya masih ringan-ringan saja mungkin tidak terlalu masalah. Tapi jika sampai dia merasa tidak sejalan, dan Anda tidak menaruh respek padanya, kemungkinan besar anda akan bertahan pada posisi yang sama selaman bertahun-tahun lagi. Solusi: Jika konflik yang terjadi hanya masalah beda pendapat, Anda masih bisa berdamai dengannya. Tapi, kika Anda sudah tidak menaruh respek lagi kepadanya, mungkin Anda harus pindah ke divisi lain, atau keluar sekalian dan cari bos baru yang menurut Anda lebih baik daripadanya.
3. Selalu Terlambat. Menunda itu mahal harganya. Anda biasa menunda dan mengulur-ulur waktu pekerjaan yang seharusnya selesai menjadi terlambat. Sekali dua kali terlambat menyelesaikan tugas, datang ke kantor atau telat menghadiri rapat, mungkin atasan masih memaklumi, tapi jika itu sudah menjadi habit, tentu saja akan memperburuk reputasi Anda. Atasan akan menganggap Anda tidak mempunyai time management yang baik dan kurang profesional. Solusi: Jika Anda selalu terlambat lima menit atau tiga puluh menit. Anda sungguh perlu berusaha menghilangkan kebiasaan itu. Coba memulai tugas yang sama tiga atau lima menit lebih awal secara konsisten. Belajarlah disiplin dengan waktu yang telah Anda tentukan.
4. Tukang Mengeluh. Keluhan-keluhan bernada negatif seperti menjelak-jelkan atasan dan manajemen perusahaan bisa menurunkan kredibilitas Anda. Atasan akan mengecap Anda sebagai orang yang emosional dalam menyikapi permasalahan dan kurang memiliki mental kepemimpinan. Jika Anda saja tidak bisa mengendalikan emosi, bagaimana Anda bisa mengendalikan anak buah dengan berbagai maca karakter dan sifat. Solusi: Jika Anda sesuatu yang menggangu hati, sebaiknya Anda tidak perlu menggerutu di belakang, tapi datanglah kepada atasan dan bicarakan dengannya tentang ketidakpuasan Anda.
5. Defensif. Anda selalu menganggap pendapat Anda adalah yang paling benar. ketika seseroang berkomentar, Anda langsung sakit hati. Ketika Atasa memberikan kritik membangun, Anda justru merasa perlu mempertahankan diri, pekerjaan, kehormatan atau pandangan Anda. Memang hal ini merupakan naluri setiap orang, yaitu untuk selalu membela diri, tapi jika sikap defensi Anda sudah melebihi takaran, tidak mau lagi mendengar pendapat dan saran orang lain, hal ini tentu akan merugikan masa depan Anda. Jika Bos menganggap Anda masa bodoh terhadap saran dan masukannya, jangan heran kalau dia masa bodoh terhadap Anda. Solusi: Jika kritikan yang ia lontarkan memang benar, terimalah masukkannya. Begtiu juga ketika bos mengur Anda.Jika memang Anda salah, akui dan minta maaf dengan sportif. Tidak perlu berkelit dari kesalahan. Boleh saja Anda merasa tidak sependapat dengan atasan, tapi berargumentasilah dengan cara yang baik.
6. Childish. Usia tidak selelu berbanding lurus dengan tingkat kedewasaan seseorang. Seserang yang usianya mencapai kepala 3, tingkat kematangan emosinya belum tentu di atas mereka yang berusia 20-an. Biasanya sikap kekanak-kanakan akan keluar ketika seseorang berada dalam tekanan dan menghadapi persoalan. Misalnya jika Anda ditegur atasan, keesokan harinya Anda tidak masuk kerja, Anda termasuk golongan ini. Atau jika mendapat tugas yang tidak menyenangkan, Anda langusng menekuk wajah. Prilaku sepreti ini jelas sangat tidak menguntungkan. Seorang profesional dituntut untuk menampilkan citra diri yang positif, matang dan bertanggung jawab. Solusi : tampilkan citra diri yang positif. Tai bukan berarti Anda harus jaga image (jaim), bertingkah lakulah sewajarnya. Bersikap dan bertingkah laku dewasa berarti Anda bisa menempatkan diri Anda secara tepat.
7. Sering Sakit. Anda mungkin terkenal pintar dan bisa menyelesaikan tugas dengan baik, tapi jika kondisi tubuh Anda lemah dan mudah terserang penyakit, atasan pasti berpikir ulang untuk memberi promosi. Lembur sehari saja, esoknya Anda tidak masuk karena kecapekan. Apalagi Anda juga sering tidak masuk kantor atau menolak tugas keluar kota dengan alasan sakit. Meskipun Anda melampirkan surat dokter dan tidak pernah bolos, tapi tetap saja mengurangi kredit poin Anda. Solusi: Jagalah kodisi tubuh Anda dengan olah raga, istirahat yang cukup dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebisa mungkin jangan terlalu sering minta ijin, karena atasan biasanya mempertimbangkan kehadiran seseorang yang akan dipromosikannya.
8. Tidak Punya Prioritas. Anda sering meninggalkan satu pekerjaan yang belum selesai untun mengerjakan tugas lainnya. Karena semua inginAnda kerjakan, maka akhirnya semua tugas malah terbengkalai. Dalam bekerja Anda serabutan dan menganut prinsip asal kelas, sehingga hasilnya pun tidak optimal. Solusi: buatlah sekala prioritas dan to-do-list di agenda kerja Anda atau ditempel di dekat layar komputer. Dahulukan pekerjaan yang terpenting hingga selesai. Jangan disambi dengan mengerjakan tugas lain.
9. Kurang Sosialisasi. Hubungan yang baik dengan teman-teman dan atasan penting sekali agar eksistensi Anda diakui. Biasanya promosi menghampiri orng-orang yang tidak saja potensial dalam hal penguasaan bidang kerja, tapi juga karena sikapdan kepintaran bersosialisasi. Kepandaian Anda tidak terlihat kalau orang-orang terutama atasan tidak mengetaui keberadaan Anda. Solusi: Jangan hanya berkutat di belakang meja kerja. Bergaulah dengan orang-orang di kantor. Sapalah penghuni kantor dari mulai satpam, resepsionis hingga atasan Anda. Sehingga ketika ada kesempatan promosi wajah Andalah yang melekat di kepala atasan Anda.
10. Sering Lupa. Pelupa adalah penyakit khas banyak orang. Dari mulai lupa dengan nama orang, nomor telepon orang yang akan dihubungi, sampai lupa menaruh dokumen penting. Biasanya yang sering membuat Anda lupa adalah banyaknya pekerjaan dan hal-hal kecil yang harus Anda ingat pada waktu yang bersamaan, sehingga Anda tidak fokus. Kebiasaan buruk sering lupa ini memberi kesan negatif di mata atasan, karena Anda akan dianggap teledor. Solusi: Catat di agenda dan di depan layar komputer, apa saja yang harus Anda kerjakan pada hari itu, lengkap dengan detailnya. misalnya jika Anda harus menghubungi seseorang, catat nomor telepon berserta waktu Anda akan menghubunginya. Juga biasakan meletakkan sesuatu di tempat yang terlihat.
Salam Sukses!
10 Hal Penghambat KARIR
Posted 24 January 2011
Mungkin ada diantara Anda yang saat ini memendam sebuah kekecewaan terkait mentoknya karir Anda di perusahaan yang Anda geluti. Nah, sebelum Anda menyalahkan orang lain atau perusahaan, ada baiknya melakukan introspeksi diri. Mungkin ada beberapa penyebab internal dari dalam diri Anda yang membuat Anda tidak pernah pernah berhasil mendapat simpati perusahaan atau boss Anda.
Apa saja penghambat naiknya karir Anda di tempat kerja? Umumnya adalah kesalahan kecil dan menengah. Barang siapa berbuat kurang benar, dia akan sulit naik pangkat. Barang siapa memahami aturan di tempat kerja, dia akan cepat naik ke posisi lebih tinggi. Siapa sih yang tidak ingin gajinya bertambah? Ditunjang kendaraan dinas dan penghasilan yang lebih besar. Namun dalam keseharian di tempat kerja terlihat betapa sulitnya untuk meningkatkan karir. Sudah berupaya setengah hidup dan membawa pekerjaan ke rumah, tetap saja tidak naik pangkat. Yakinkah Anda, bahwa dengan kerja lembur dan bekerja maksimal akan menunjang karir Anda? Ternyata tidak demikian halnya. Jika Anda memahami aturan-aturan rahasia di bawah ini, karir Anda dipastikan akan melesat pesat.
1. Solo Player. Tidak ada yang menyangkal bahwa Anda memiliki otak yang cerdas. Tapi Anda adalah solo player, bukan seorang team work. Tidak ada yang betah dan sanggup bekerjasama dengan Anda. Di antara rekan-rekan, Anda dirasa selalu ingin menang dan menonjol sendiri. Padahal penilaian kerja sekarang tak hanya berdasarkan prestasi individual, tapi juga keberhasilan tim. Jadi, jangan salahkan atasan jka ia berpikir dua kali menaikkan posisi Anda. Solusi : Ubahlan mindset Anda. Anda membutuhkan orang lain untuk kesuksesan Anda. ketika mendapat kesempatan mengerjakan satu proyek, tunjukan bahwa Anda bisa bekerjasama dengan rekan-rekan yang lain. Tekanlah ego Anda dan selalu diskusikan apa yang hendak dilakukan bersama rekan kerja. Jangan terkeasn menguasai dan mencampuri tanggung jawab orang lain.
2. Konflik Dengan Atasan. Anda merasa sudah bekerja dengan baik, tapi jika Anda konflik dengan bos, sepertinya Anda akan jauh dari promosi. Biar bagaimanapun dialah yang berwenang terhadap kenaikan posisi Anda. Jika konfliknya masih ringan-ringan saja mungkin tidak terlalu masalah. Tapi jika sampai dia merasa tidak sejalan, dan Anda tidak menaruh respek padanya, kemungkinan besar anda akan bertahan pada posisi yang sama selaman bertahun-tahun lagi. Solusi: Jika konflik yang terjadi hanya masalah beda pendapat, Anda masih bisa berdamai dengannya. Tapi, kika Anda sudah tidak menaruh respek lagi kepadanya, mungkin Anda harus pindah ke divisi lain, atau keluar sekalian dan cari bos baru yang menurut Anda lebih baik daripadanya.
3. Selalu Terlambat. Menunda itu mahal harganya. Anda biasa menunda dan mengulur-ulur waktu pekerjaan yang seharusnya selesai menjadi terlambat. Sekali dua kali terlambat menyelesaikan tugas, datang ke kantor atau telat menghadiri rapat, mungkin atasan masih memaklumi, tapi jika itu sudah menjadi habit, tentu saja akan memperburuk reputasi Anda. Atasan akan menganggap Anda tidak mempunyai time management yang baik dan kurang profesional. Solusi: Jika Anda selalu terlambat lima menit atau tiga puluh menit. Anda sungguh perlu berusaha menghilangkan kebiasaan itu. Coba memulai tugas yang sama tiga atau lima menit lebih awal secara konsisten. Belajarlah disiplin dengan waktu yang telah Anda tentukan.
4. Tukang Mengeluh. Keluhan-keluhan bernada negatif seperti menjelak-jelkan atasan dan manajemen perusahaan bisa menurunkan kredibilitas Anda. Atasan akan mengecap Anda sebagai orang yang emosional dalam menyikapi permasalahan dan kurang memiliki mental kepemimpinan. Jika Anda saja tidak bisa mengendalikan emosi, bagaimana Anda bisa mengendalikan anak buah dengan berbagai maca karakter dan sifat. Solusi: Jika Anda sesuatu yang menggangu hati, sebaiknya Anda tidak perlu menggerutu di belakang, tapi datanglah kepada atasan dan bicarakan dengannya tentang ketidakpuasan Anda.
5. Defensif. Anda selalu menganggap pendapat Anda adalah yang paling benar. ketika seseroang berkomentar, Anda langsung sakit hati. Ketika Atasa memberikan kritik membangun, Anda justru merasa perlu mempertahankan diri, pekerjaan, kehormatan atau pandangan Anda. Memang hal ini merupakan naluri setiap orang, yaitu untuk selalu membela diri, tapi jika sikap defensi Anda sudah melebihi takaran, tidak mau lagi mendengar pendapat dan saran orang lain, hal ini tentu akan merugikan masa depan Anda. Jika Bos menganggap Anda masa bodoh terhadap saran dan masukannya, jangan heran kalau dia masa bodoh terhadap Anda. Solusi: Jika kritikan yang ia lontarkan memang benar, terimalah masukkannya. Begtiu juga ketika bos mengur Anda.Jika memang Anda salah, akui dan minta maaf dengan sportif. Tidak perlu berkelit dari kesalahan. Boleh saja Anda merasa tidak sependapat dengan atasan, tapi berargumentasilah dengan cara yang baik.
6. Childish. Usia tidak selelu berbanding lurus dengan tingkat kedewasaan seseorang. Seserang yang usianya mencapai kepala 3, tingkat kematangan emosinya belum tentu di atas mereka yang berusia 20-an. Biasanya sikap kekanak-kanakan akan keluar ketika seseorang berada dalam tekanan dan menghadapi persoalan. Misalnya jika Anda ditegur atasan, keesokan harinya Anda tidak masuk kerja, Anda termasuk golongan ini. Atau jika mendapat tugas yang tidak menyenangkan, Anda langusng menekuk wajah. Prilaku sepreti ini jelas sangat tidak menguntungkan. Seorang profesional dituntut untuk menampilkan citra diri yang positif, matang dan bertanggung jawab. Solusi : tampilkan citra diri yang positif. Tai bukan berarti Anda harus jaga image (jaim), bertingkah lakulah sewajarnya. Bersikap dan bertingkah laku dewasa berarti Anda bisa menempatkan diri Anda secara tepat.
7. Sering Sakit. Anda mungkin terkenal pintar dan bisa menyelesaikan tugas dengan baik, tapi jika kondisi tubuh Anda lemah dan mudah terserang penyakit, atasan pasti berpikir ulang untuk memberi promosi. Lembur sehari saja, esoknya Anda tidak masuk karena kecapekan. Apalagi Anda juga sering tidak masuk kantor atau menolak tugas keluar kota dengan alasan sakit. Meskipun Anda melampirkan surat dokter dan tidak pernah bolos, tapi tetap saja mengurangi kredit poin Anda. Solusi: Jagalah kodisi tubuh Anda dengan olah raga, istirahat yang cukup dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebisa mungkin jangan terlalu sering minta ijin, karena atasan biasanya mempertimbangkan kehadiran seseorang yang akan dipromosikannya.
8. Tidak Punya Prioritas. Anda sering meninggalkan satu pekerjaan yang belum selesai untun mengerjakan tugas lainnya. Karena semua inginAnda kerjakan, maka akhirnya semua tugas malah terbengkalai. Dalam bekerja Anda serabutan dan menganut prinsip asal kelas, sehingga hasilnya pun tidak optimal. Solusi: buatlah sekala prioritas dan to-do-list di agenda kerja Anda atau ditempel di dekat layar komputer. Dahulukan pekerjaan yang terpenting hingga selesai. Jangan disambi dengan mengerjakan tugas lain.
9. Kurang Sosialisasi. Hubungan yang baik dengan teman-teman dan atasan penting sekali agar eksistensi Anda diakui. Biasanya promosi menghampiri orng-orang yang tidak saja potensial dalam hal penguasaan bidang kerja, tapi juga karena sikapdan kepintaran bersosialisasi. Kepandaian Anda tidak terlihat kalau orang-orang terutama atasan tidak mengetaui keberadaan Anda. Solusi: Jangan hanya berkutat di belakang meja kerja. Bergaulah dengan orang-orang di kantor. Sapalah penghuni kantor dari mulai satpam, resepsionis hingga atasan Anda. Sehingga ketika ada kesempatan promosi wajah Andalah yang melekat di kepala atasan Anda.
10. Sering Lupa. Pelupa adalah penyakit khas banyak orang. Dari mulai lupa dengan nama orang, nomor telepon orang yang akan dihubungi, sampai lupa menaruh dokumen penting. Biasanya yang sering membuat Anda lupa adalah banyaknya pekerjaan dan hal-hal kecil yang harus Anda ingat pada waktu yang bersamaan, sehingga Anda tidak fokus. Kebiasaan buruk sering lupa ini memberi kesan negatif di mata atasan, karena Anda akan dianggap teledor. Solusi: Catat di agenda dan di depan layar komputer, apa saja yang harus Anda kerjakan pada hari itu, lengkap dengan detailnya. misalnya jika Anda harus menghubungi seseorang, catat nomor telepon berserta waktu Anda akan menghubunginya. Juga biasakan meletakkan sesuatu di tempat yang terlihat.
Salam Sukses!
http://rumahkerja.com
Mungkin ada diantara Anda yang saat ini memendam sebuah kekecewaan terkait mentoknya karir Anda di perusahaan yang Anda geluti. Nah, sebelum Anda menyalahkan orang lain atau perusahaan, ada baiknya melakukan introspeksi diri. Mungkin ada beberapa penyebab internal dari dalam diri Anda yang membuat Anda tidak pernah pernah berhasil mendapat simpati perusahaan atau boss Anda.
Apa saja penghambat naiknya karir Anda di tempat kerja? Umumnya adalah kesalahan kecil dan menengah. Barang siapa berbuat kurang benar, dia akan sulit naik pangkat. Barang siapa memahami aturan di tempat kerja, dia akan cepat naik ke posisi lebih tinggi. Siapa sih yang tidak ingin gajinya bertambah? Ditunjang kendaraan dinas dan penghasilan yang lebih besar. Namun dalam keseharian di tempat kerja terlihat betapa sulitnya untuk meningkatkan karir. Sudah berupaya setengah hidup dan membawa pekerjaan ke rumah, tetap saja tidak naik pangkat. Yakinkah Anda, bahwa dengan kerja lembur dan bekerja maksimal akan menunjang karir Anda? Ternyata tidak demikian halnya. Jika Anda memahami aturan-aturan rahasia di bawah ini, karir Anda dipastikan akan melesat pesat.
1. Solo Player. Tidak ada yang menyangkal bahwa Anda memiliki otak yang cerdas. Tapi Anda adalah solo player, bukan seorang team work. Tidak ada yang betah dan sanggup bekerjasama dengan Anda. Di antara rekan-rekan, Anda dirasa selalu ingin menang dan menonjol sendiri. Padahal penilaian kerja sekarang tak hanya berdasarkan prestasi individual, tapi juga keberhasilan tim. Jadi, jangan salahkan atasan jka ia berpikir dua kali menaikkan posisi Anda. Solusi : Ubahlan mindset Anda. Anda membutuhkan orang lain untuk kesuksesan Anda. ketika mendapat kesempatan mengerjakan satu proyek, tunjukan bahwa Anda bisa bekerjasama dengan rekan-rekan yang lain. Tekanlah ego Anda dan selalu diskusikan apa yang hendak dilakukan bersama rekan kerja. Jangan terkeasn menguasai dan mencampuri tanggung jawab orang lain.
2. Konflik Dengan Atasan. Anda merasa sudah bekerja dengan baik, tapi jika Anda konflik dengan bos, sepertinya Anda akan jauh dari promosi. Biar bagaimanapun dialah yang berwenang terhadap kenaikan posisi Anda. Jika konfliknya masih ringan-ringan saja mungkin tidak terlalu masalah. Tapi jika sampai dia merasa tidak sejalan, dan Anda tidak menaruh respek padanya, kemungkinan besar anda akan bertahan pada posisi yang sama selaman bertahun-tahun lagi. Solusi: Jika konflik yang terjadi hanya masalah beda pendapat, Anda masih bisa berdamai dengannya. Tapi, kika Anda sudah tidak menaruh respek lagi kepadanya, mungkin Anda harus pindah ke divisi lain, atau keluar sekalian dan cari bos baru yang menurut Anda lebih baik daripadanya.
3. Selalu Terlambat. Menunda itu mahal harganya. Anda biasa menunda dan mengulur-ulur waktu pekerjaan yang seharusnya selesai menjadi terlambat. Sekali dua kali terlambat menyelesaikan tugas, datang ke kantor atau telat menghadiri rapat, mungkin atasan masih memaklumi, tapi jika itu sudah menjadi habit, tentu saja akan memperburuk reputasi Anda. Atasan akan menganggap Anda tidak mempunyai time management yang baik dan kurang profesional. Solusi: Jika Anda selalu terlambat lima menit atau tiga puluh menit. Anda sungguh perlu berusaha menghilangkan kebiasaan itu. Coba memulai tugas yang sama tiga atau lima menit lebih awal secara konsisten. Belajarlah disiplin dengan waktu yang telah Anda tentukan.
4. Tukang Mengeluh. Keluhan-keluhan bernada negatif seperti menjelak-jelkan atasan dan manajemen perusahaan bisa menurunkan kredibilitas Anda. Atasan akan mengecap Anda sebagai orang yang emosional dalam menyikapi permasalahan dan kurang memiliki mental kepemimpinan. Jika Anda saja tidak bisa mengendalikan emosi, bagaimana Anda bisa mengendalikan anak buah dengan berbagai maca karakter dan sifat. Solusi: Jika Anda sesuatu yang menggangu hati, sebaiknya Anda tidak perlu menggerutu di belakang, tapi datanglah kepada atasan dan bicarakan dengannya tentang ketidakpuasan Anda.
5. Defensif. Anda selalu menganggap pendapat Anda adalah yang paling benar. ketika seseroang berkomentar, Anda langsung sakit hati. Ketika Atasa memberikan kritik membangun, Anda justru merasa perlu mempertahankan diri, pekerjaan, kehormatan atau pandangan Anda. Memang hal ini merupakan naluri setiap orang, yaitu untuk selalu membela diri, tapi jika sikap defensi Anda sudah melebihi takaran, tidak mau lagi mendengar pendapat dan saran orang lain, hal ini tentu akan merugikan masa depan Anda. Jika Bos menganggap Anda masa bodoh terhadap saran dan masukannya, jangan heran kalau dia masa bodoh terhadap Anda. Solusi: Jika kritikan yang ia lontarkan memang benar, terimalah masukkannya. Begtiu juga ketika bos mengur Anda.Jika memang Anda salah, akui dan minta maaf dengan sportif. Tidak perlu berkelit dari kesalahan. Boleh saja Anda merasa tidak sependapat dengan atasan, tapi berargumentasilah dengan cara yang baik.
6. Childish. Usia tidak selelu berbanding lurus dengan tingkat kedewasaan seseorang. Seserang yang usianya mencapai kepala 3, tingkat kematangan emosinya belum tentu di atas mereka yang berusia 20-an. Biasanya sikap kekanak-kanakan akan keluar ketika seseorang berada dalam tekanan dan menghadapi persoalan. Misalnya jika Anda ditegur atasan, keesokan harinya Anda tidak masuk kerja, Anda termasuk golongan ini. Atau jika mendapat tugas yang tidak menyenangkan, Anda langusng menekuk wajah. Prilaku sepreti ini jelas sangat tidak menguntungkan. Seorang profesional dituntut untuk menampilkan citra diri yang positif, matang dan bertanggung jawab. Solusi : tampilkan citra diri yang positif. Tai bukan berarti Anda harus jaga image (jaim), bertingkah lakulah sewajarnya. Bersikap dan bertingkah laku dewasa berarti Anda bisa menempatkan diri Anda secara tepat.
7. Sering Sakit. Anda mungkin terkenal pintar dan bisa menyelesaikan tugas dengan baik, tapi jika kondisi tubuh Anda lemah dan mudah terserang penyakit, atasan pasti berpikir ulang untuk memberi promosi. Lembur sehari saja, esoknya Anda tidak masuk karena kecapekan. Apalagi Anda juga sering tidak masuk kantor atau menolak tugas keluar kota dengan alasan sakit. Meskipun Anda melampirkan surat dokter dan tidak pernah bolos, tapi tetap saja mengurangi kredit poin Anda. Solusi: Jagalah kodisi tubuh Anda dengan olah raga, istirahat yang cukup dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebisa mungkin jangan terlalu sering minta ijin, karena atasan biasanya mempertimbangkan kehadiran seseorang yang akan dipromosikannya.
8. Tidak Punya Prioritas. Anda sering meninggalkan satu pekerjaan yang belum selesai untun mengerjakan tugas lainnya. Karena semua inginAnda kerjakan, maka akhirnya semua tugas malah terbengkalai. Dalam bekerja Anda serabutan dan menganut prinsip asal kelas, sehingga hasilnya pun tidak optimal. Solusi: buatlah sekala prioritas dan to-do-list di agenda kerja Anda atau ditempel di dekat layar komputer. Dahulukan pekerjaan yang terpenting hingga selesai. Jangan disambi dengan mengerjakan tugas lain.
9. Kurang Sosialisasi. Hubungan yang baik dengan teman-teman dan atasan penting sekali agar eksistensi Anda diakui. Biasanya promosi menghampiri orng-orang yang tidak saja potensial dalam hal penguasaan bidang kerja, tapi juga karena sikapdan kepintaran bersosialisasi. Kepandaian Anda tidak terlihat kalau orang-orang terutama atasan tidak mengetaui keberadaan Anda. Solusi: Jangan hanya berkutat di belakang meja kerja. Bergaulah dengan orang-orang di kantor. Sapalah penghuni kantor dari mulai satpam, resepsionis hingga atasan Anda. Sehingga ketika ada kesempatan promosi wajah Andalah yang melekat di kepala atasan Anda.
10. Sering Lupa. Pelupa adalah penyakit khas banyak orang. Dari mulai lupa dengan nama orang, nomor telepon orang yang akan dihubungi, sampai lupa menaruh dokumen penting. Biasanya yang sering membuat Anda lupa adalah banyaknya pekerjaan dan hal-hal kecil yang harus Anda ingat pada waktu yang bersamaan, sehingga Anda tidak fokus. Kebiasaan buruk sering lupa ini memberi kesan negatif di mata atasan, karena Anda akan dianggap teledor. Solusi: Catat di agenda dan di depan layar komputer, apa saja yang harus Anda kerjakan pada hari itu, lengkap dengan detailnya. misalnya jika Anda harus menghubungi seseorang, catat nomor telepon berserta waktu Anda akan menghubunginya. Juga biasakan meletakkan sesuatu di tempat yang terlihat.
Salam Sukses!
10 Hal Penghambat KARIR
Posted 24 January 2011
Mungkin ada diantara Anda yang saat ini memendam sebuah kekecewaan terkait mentoknya karir Anda di perusahaan yang Anda geluti. Nah, sebelum Anda menyalahkan orang lain atau perusahaan, ada baiknya melakukan introspeksi diri. Mungkin ada beberapa penyebab internal dari dalam diri Anda yang membuat Anda tidak pernah pernah berhasil mendapat simpati perusahaan atau boss Anda.
Apa saja penghambat naiknya karir Anda di tempat kerja? Umumnya adalah kesalahan kecil dan menengah. Barang siapa berbuat kurang benar, dia akan sulit naik pangkat. Barang siapa memahami aturan di tempat kerja, dia akan cepat naik ke posisi lebih tinggi. Siapa sih yang tidak ingin gajinya bertambah? Ditunjang kendaraan dinas dan penghasilan yang lebih besar. Namun dalam keseharian di tempat kerja terlihat betapa sulitnya untuk meningkatkan karir. Sudah berupaya setengah hidup dan membawa pekerjaan ke rumah, tetap saja tidak naik pangkat. Yakinkah Anda, bahwa dengan kerja lembur dan bekerja maksimal akan menunjang karir Anda? Ternyata tidak demikian halnya. Jika Anda memahami aturan-aturan rahasia di bawah ini, karir Anda dipastikan akan melesat pesat.
1. Solo Player. Tidak ada yang menyangkal bahwa Anda memiliki otak yang cerdas. Tapi Anda adalah solo player, bukan seorang team work. Tidak ada yang betah dan sanggup bekerjasama dengan Anda. Di antara rekan-rekan, Anda dirasa selalu ingin menang dan menonjol sendiri. Padahal penilaian kerja sekarang tak hanya berdasarkan prestasi individual, tapi juga keberhasilan tim. Jadi, jangan salahkan atasan jka ia berpikir dua kali menaikkan posisi Anda. Solusi : Ubahlan mindset Anda. Anda membutuhkan orang lain untuk kesuksesan Anda. ketika mendapat kesempatan mengerjakan satu proyek, tunjukan bahwa Anda bisa bekerjasama dengan rekan-rekan yang lain. Tekanlah ego Anda dan selalu diskusikan apa yang hendak dilakukan bersama rekan kerja. Jangan terkeasn menguasai dan mencampuri tanggung jawab orang lain.
2. Konflik Dengan Atasan. Anda merasa sudah bekerja dengan baik, tapi jika Anda konflik dengan bos, sepertinya Anda akan jauh dari promosi. Biar bagaimanapun dialah yang berwenang terhadap kenaikan posisi Anda. Jika konfliknya masih ringan-ringan saja mungkin tidak terlalu masalah. Tapi jika sampai dia merasa tidak sejalan, dan Anda tidak menaruh respek padanya, kemungkinan besar anda akan bertahan pada posisi yang sama selaman bertahun-tahun lagi. Solusi: Jika konflik yang terjadi hanya masalah beda pendapat, Anda masih bisa berdamai dengannya. Tapi, kika Anda sudah tidak menaruh respek lagi kepadanya, mungkin Anda harus pindah ke divisi lain, atau keluar sekalian dan cari bos baru yang menurut Anda lebih baik daripadanya.
3. Selalu Terlambat. Menunda itu mahal harganya. Anda biasa menunda dan mengulur-ulur waktu pekerjaan yang seharusnya selesai menjadi terlambat. Sekali dua kali terlambat menyelesaikan tugas, datang ke kantor atau telat menghadiri rapat, mungkin atasan masih memaklumi, tapi jika itu sudah menjadi habit, tentu saja akan memperburuk reputasi Anda. Atasan akan menganggap Anda tidak mempunyai time management yang baik dan kurang profesional. Solusi: Jika Anda selalu terlambat lima menit atau tiga puluh menit. Anda sungguh perlu berusaha menghilangkan kebiasaan itu. Coba memulai tugas yang sama tiga atau lima menit lebih awal secara konsisten. Belajarlah disiplin dengan waktu yang telah Anda tentukan.
4. Tukang Mengeluh. Keluhan-keluhan bernada negatif seperti menjelak-jelkan atasan dan manajemen perusahaan bisa menurunkan kredibilitas Anda. Atasan akan mengecap Anda sebagai orang yang emosional dalam menyikapi permasalahan dan kurang memiliki mental kepemimpinan. Jika Anda saja tidak bisa mengendalikan emosi, bagaimana Anda bisa mengendalikan anak buah dengan berbagai maca karakter dan sifat. Solusi: Jika Anda sesuatu yang menggangu hati, sebaiknya Anda tidak perlu menggerutu di belakang, tapi datanglah kepada atasan dan bicarakan dengannya tentang ketidakpuasan Anda.
5. Defensif. Anda selalu menganggap pendapat Anda adalah yang paling benar. ketika seseroang berkomentar, Anda langsung sakit hati. Ketika Atasa memberikan kritik membangun, Anda justru merasa perlu mempertahankan diri, pekerjaan, kehormatan atau pandangan Anda. Memang hal ini merupakan naluri setiap orang, yaitu untuk selalu membela diri, tapi jika sikap defensi Anda sudah melebihi takaran, tidak mau lagi mendengar pendapat dan saran orang lain, hal ini tentu akan merugikan masa depan Anda. Jika Bos menganggap Anda masa bodoh terhadap saran dan masukannya, jangan heran kalau dia masa bodoh terhadap Anda. Solusi: Jika kritikan yang ia lontarkan memang benar, terimalah masukkannya. Begtiu juga ketika bos mengur Anda.Jika memang Anda salah, akui dan minta maaf dengan sportif. Tidak perlu berkelit dari kesalahan. Boleh saja Anda merasa tidak sependapat dengan atasan, tapi berargumentasilah dengan cara yang baik.
6. Childish. Usia tidak selelu berbanding lurus dengan tingkat kedewasaan seseorang. Seserang yang usianya mencapai kepala 3, tingkat kematangan emosinya belum tentu di atas mereka yang berusia 20-an. Biasanya sikap kekanak-kanakan akan keluar ketika seseorang berada dalam tekanan dan menghadapi persoalan. Misalnya jika Anda ditegur atasan, keesokan harinya Anda tidak masuk kerja, Anda termasuk golongan ini. Atau jika mendapat tugas yang tidak menyenangkan, Anda langusng menekuk wajah. Prilaku sepreti ini jelas sangat tidak menguntungkan. Seorang profesional dituntut untuk menampilkan citra diri yang positif, matang dan bertanggung jawab. Solusi : tampilkan citra diri yang positif. Tai bukan berarti Anda harus jaga image (jaim), bertingkah lakulah sewajarnya. Bersikap dan bertingkah laku dewasa berarti Anda bisa menempatkan diri Anda secara tepat.
7. Sering Sakit. Anda mungkin terkenal pintar dan bisa menyelesaikan tugas dengan baik, tapi jika kondisi tubuh Anda lemah dan mudah terserang penyakit, atasan pasti berpikir ulang untuk memberi promosi. Lembur sehari saja, esoknya Anda tidak masuk karena kecapekan. Apalagi Anda juga sering tidak masuk kantor atau menolak tugas keluar kota dengan alasan sakit. Meskipun Anda melampirkan surat dokter dan tidak pernah bolos, tapi tetap saja mengurangi kredit poin Anda. Solusi: Jagalah kodisi tubuh Anda dengan olah raga, istirahat yang cukup dan memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebisa mungkin jangan terlalu sering minta ijin, karena atasan biasanya mempertimbangkan kehadiran seseorang yang akan dipromosikannya.
8. Tidak Punya Prioritas. Anda sering meninggalkan satu pekerjaan yang belum selesai untun mengerjakan tugas lainnya. Karena semua inginAnda kerjakan, maka akhirnya semua tugas malah terbengkalai. Dalam bekerja Anda serabutan dan menganut prinsip asal kelas, sehingga hasilnya pun tidak optimal. Solusi: buatlah sekala prioritas dan to-do-list di agenda kerja Anda atau ditempel di dekat layar komputer. Dahulukan pekerjaan yang terpenting hingga selesai. Jangan disambi dengan mengerjakan tugas lain.
9. Kurang Sosialisasi. Hubungan yang baik dengan teman-teman dan atasan penting sekali agar eksistensi Anda diakui. Biasanya promosi menghampiri orng-orang yang tidak saja potensial dalam hal penguasaan bidang kerja, tapi juga karena sikapdan kepintaran bersosialisasi. Kepandaian Anda tidak terlihat kalau orang-orang terutama atasan tidak mengetaui keberadaan Anda. Solusi: Jangan hanya berkutat di belakang meja kerja. Bergaulah dengan orang-orang di kantor. Sapalah penghuni kantor dari mulai satpam, resepsionis hingga atasan Anda. Sehingga ketika ada kesempatan promosi wajah Andalah yang melekat di kepala atasan Anda.
10. Sering Lupa. Pelupa adalah penyakit khas banyak orang. Dari mulai lupa dengan nama orang, nomor telepon orang yang akan dihubungi, sampai lupa menaruh dokumen penting. Biasanya yang sering membuat Anda lupa adalah banyaknya pekerjaan dan hal-hal kecil yang harus Anda ingat pada waktu yang bersamaan, sehingga Anda tidak fokus. Kebiasaan buruk sering lupa ini memberi kesan negatif di mata atasan, karena Anda akan dianggap teledor. Solusi: Catat di agenda dan di depan layar komputer, apa saja yang harus Anda kerjakan pada hari itu, lengkap dengan detailnya. misalnya jika Anda harus menghubungi seseorang, catat nomor telepon berserta waktu Anda akan menghubunginya. Juga biasakan meletakkan sesuatu di tempat yang terlihat.
Salam Sukses!
Langganan:
Postingan (Atom)
